Sabtu, 30 September 2017

Tumbuhkan Masyarakat Cinta Membaca Melalui Donasi Buku

Sudah banyak sekali pembahasan mengenai budaya membaca pada masyarakat kita, terutama terkait dengan rendahnya minat baca di Indonesia.
Studi "Most Literate Nation in the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 menyatakan bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara, dimana Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).
Cukup memprihatinkan ya ...

Tak sedikit pula tips yang tellah dibagikan untuk dapat menumbuhkan minat baca terutama sejak usia dini.
Namun masalah infrastruktur dan fasilitas tetap tak boleh dilupakan.

Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan terbagi menjadi 34 provinsi ketersediaan sarana membaca (terutama buku) sangat diharapkan agar dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali daerah yang sulit mendapatkan buku-buku bacaan terutama untuk anak-anak.

Tak kurang akal, kendala sulitnya mendapatkan buku bacaan ini justru mendorong tumbuh suburnya inisiatif dari masyarakat untuk membuka taman-taman bacaan, perpustakaan keliling, atau komunitas-komunitas membaca (dan menulis) yang bersifat gratis untuk dapat dimanfaatkan secara luas.

Di sisi lain tak sedikit pula para dermawan yang 'membaca' fenomena semakin pesatnya pertumbuhan taman bacaan ini dan terdorong untuk mendonasikan buku-buku bacaan kepada mereka.


Dengan alasan ini pula lah kami menghadirkan "Donasi Buku", untuk menjembatani para donatur yang ingin menyumbangkan buku-buku namun tak tahu harus mendistribusikan ke mana, dengan para penggerak literasi di berbagai wilayah di Indonesia yang berkeinginan menambah koleksi buku bacaan untuk taman bacaan/perpustakaan umumnya namun terkendala biaya.

"Donasi Buku" merupakan gerakan yang bertujuan menumbuhkan akhlak mulia bagi generasi penerus kita dengan kemudahan akses mendapatkan ilmu pengetahuan melalui bacaan yang bermanfaat, juga agar semakin banyak anak-anak, generasi muda, maupun masyarakat pada umumnya yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, maupun spiritual yang baik.

Pertama kali berdiri pada tanggal 26 Desember 2014, sampai dengan bulan September 2017  "Donasi Buku" telah mendisitribusikan sebanyak 3.377 eksemplar buku untuk 119 lembaga (taman bacaan, sekolah, majlis ta'lim, pondok pesantren, TPQ, dan kelompok-kelompok yang mengelola kegiatan sejenis) yang tersebar di 80 kota/kabupaten pada 21 provinsi di Indonesia.

Sebagai gerakan yang dikelola oleh perorangan (saya beserta keluarga dan beberapa sahabat) serta bersifat independen, perjalanan "Donasi Buku" tak selalu lancar dan mulus.
Sering kali ada kendala yang harus dihadapi, diantaranya:
  • Belum memadainya dana untuk pengiriman buku ke lokasi-lokasi yang jauh (mis: Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan)
  • Minimnya buku bacaan untuk anak-anak (padahal sangat banyak yang membutuhkan)
  • Kurangnya tenaga pengelola (untuk menangani database, pemilahan buku, packing, dan pengiriman)
  • Belum adanya book drop box di lokasi-lokasi selain di sekretariat Donasi Buku
Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat membantu gerakan "Donasi Buku" ini? 
Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan:
  • Mendonasikan buku-buku
  • Mendonasikan dana untuk pengiriman buku ke lokasi penerima (di seluruh Indonesia)
  • Menjadi relawan
  • Menyediakan tempat untuk book drop box
Apakah dengan melakukan langkah-langkah di atas otomatis minat baca masyarakat akan meningkat?
Mungkin tidak serta merta seperti itu, tetapi setidaknya kita telah turut ambil bagian dalam upaya bersama untuk pemerataan buku bacaan berkualitas ke berbagai pelosok di Nusantara yang diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk semakin mencintai budaya membaca.

Anda berminat?
Mari bergabung ...

Informasi lebih lanjut mengenai "Donasi Buku" bisa didapatkan melalui:

***

Tulisan ini diikutkan dalam Postingan Tematik (PosTem) Blogger Muslimah Indonesia.

***

#PostinganTematik
#BloggerMuslimahIndonesia 




Related Posts:




30 komentar:

  1. Alhamdulillah program donasi buku seperti ini sudah mulai banyak ya. Teringat saat tahun 2012 saya bertugas di daerah terpencil di Aceh yang sangat minim buku bacaan. Jika ada pin ternyata konten buku yang tidak sesuai untuk anak sekolah. Alhamdulillah kami mengadakan GCAN gerakan cinta anak negeri sebuah program donasi yang kami belanjakan buku untuk perpustakaan. Semoga semakin banyak program seperti ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Semoga sukses dengan GCAN-nya dan semakin manfaat bagi orang banyak ya mba :).

      Hapus
  2. Nah itu. Kalo yg diitung masyarakat kota besar aj, kyanya gak munkin minat baca gitu banget. Tp kalo diitung sama luasnya indonesia n bnyaknya daerah terpencil ato terluar, ya logis. PR masi bnyak mba. Jangankan papua, kalimantan, d pulau jawa aj masi bnyak yg susah akses k buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mba.
      Kalau kita sedikit jeli, di sekeliling kita pun masih banyak yang memerlukan buku berkualitas.
      Semoga dapat tersolusikan segera ya :)

      Hapus
  3. Dirumah saya punya sebuah TBM yang saya kelola secara mandiri, untuk mendapatkan buku - buku dari program ini gimana caranya za.
    TBM saya bernama TBM BINTANG BRILLIANT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh diajukan proposalnya ke email Donasi Buku mba.
      Nanti dievaluasi oleh tim kami.
      Terima kasih.

      Hapus
  4. waaah bagus banget programnya. Udah lama juga ya donasibuku berdiri. Buat drop buku di daerah Sulteng bisa japri aku, Mbak. Aku ada kenalan di sana yang suka traveling ke daerah-daerah di Sulteng. So mereka bisa traveling sekalian ngedrop buku.

    Salam,
    helenamantra dot com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, boleh tuh mba.
      Kita lumayan banyak permintaan di Indonesia Timur.
      Semoga bisa ditindaklanjuti ya mba.
      Terima kasih :)

      Hapus
  5. Waaaahhhh programnya keren. Semoga kebiasaan membaca bisa sampai ke seluruh pelosok Indonesia. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Terima kasih supportnya mba :)

      Hapus
  6. Program hebat! Donasi buku..Insya Allah bergabung nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Terima kasih dukungannya ya mba :)

      Hapus
  7. Kereen! semoga program donasi buku-nya bisa terus berlanjut dan memberi manfaat untuk masyarakat dan pelajar di daerah yang membutuhkan. aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Semoga kita semua dapat ikut menebarkan manfaat bagi orang banyak.
      Terima kasih supportnya mba :)

      Hapus
  8. Semoga selalu semangat menebarkan literasi melalui donasi buku mba...sy agak desperado ini, buku d rmh terbuka untuk anak2 tetangga boleh pinjam dan d bawa k rumah tp klo mereka main k rmh malah pilih mainan ga mau baca buku(sy tinggal d perkampungan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, memang ngga mudah mengajak anak-anak untuk cinta membaca.
      Semoga kita selalu istiqomah mengajak dalam kebaikan.
      Terima kasih ya mba.

      Hapus
  9. Awwwesome... semoga semakin lancar kedepannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Terima kasih dukungannya mba.

      Hapus
  10. Keren juga ide Donasi Buju itu Mbak Endah. Semoga terus berkelanjutan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Terima kasih doanya mba Novia.

      Hapus
  11. Keren mbak. Aksi nyata tuk literasi. Semoga suatu hari saya bisa ikut berkontribusi

    BalasHapus
  12. Semoga bisa ikutan menebar buku dengan donasi buku. Kebetulan di rumah masih banyak buku yang rencananya ingin saya infakkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Alhamdulillah, mari menebar manfaat mba.
      Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  13. Programnya keren Mbak...semoga selalu dimudahkan. Aamiin

    BalasHapus
  14. Saya baru mulai dari minjemin buku ke temen-temen aja yang masih sungkan buat mengeluarkan uang membeli buku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah itu keren mba.
      Berbagi manfaat untuk orang banyak.
      In sya Allah.

      Hapus
  15. Keren programnya smoga semakin banyak yang ikut dan smakin banyak yang suka membaca.

    BalasHapus