Tampilkan postingan dengan label Idea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idea. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2024

Dompet Dhuafa, A Smiling Foundation

"Senyum adalah sedekah".

Sebuah kalimat yang sering kita jumpai, yang merujuk pada sebuah hadits:
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam bersabda,

"Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu."

Hadits ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan bermuka manis di hadapan seorang muslim, dan semakna dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

"Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria."

Tak salah bila Dompet Dhuafa (DD)  mengusung tema "A Smiling Foundation" dalam miladnya yang ke-31, tanggal 2 Juli 2024 ini.
Dompet Dhuafa bertekad menjadi lembaga yang mengabdi untuk masyarakat dengan bermartabat, selalu tersenyum dalam menjalankan aktivitasnya melayani seluruh stakeholder (mustahik, muzaki, muwakif, dan sebagainya).



Minggu, 24 Desember 2017

Berbagi dari Hati, untuk Menjadi Solusi

Berbagi dan menjadi solusi.
Dua hal yang membawa kebaikan dan harus selalu kita amalkan.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)
Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, “Ayat ini sangat memotivasi hati untuk gemar berinfak. Ayat ini merupakan isyarat bahwa setiap amal sholih yang dilakukan akan diiming-imingi pahala yang berlimpah bagi pelakunya. Sebagaimana Allah mengiming-imingi tanaman bagi siapa yang menanamnya di tanah yang baik (subur). Terdapat dalam hadits bahwa setiap kebaikan akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat”. Inilah permisalan yang Allah gambarkan yang menunjukkan berlipat gandanya pahala orang yang berinfak di jalan Allah dengan selalu selalu mengharap ridho-Nya.

Demikianlah janji Allah bagi umat-Nya yang gemar berinfak (berbagi).
Sedangkan terkait menjadi bagian dari solusi, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

Selasa, 03 Oktober 2017

Belajar dari Sejarah

Mengapa kita perlu belajar dari sejarah?
Sampai-sampai ada slogan yang sangat terkenal, "Jangan sekali-kali melupakan sejarah!".

Tahukah kita, bahwa setidaknya sepertiga isi Al-Qur'an adalah tentang sejarah dan kisah-kisah perjalanan umat terdahulu, juga pelajaran dari sejarah bangsa-bangsa.
Tentu semuanya mengandung ibroh atau hikmah yang dapat kita ambil.


"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. al-Fatihah: 6-7).

Sabtu, 30 September 2017

Tumbuhkan Masyarakat Cinta Membaca Melalui Donasi Buku

Sudah banyak sekali pembahasan mengenai budaya membaca pada masyarakat kita, terutama terkait dengan rendahnya minat baca di Indonesia.
Studi "Most Literate Nation in the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 menyatakan bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara, dimana Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).
Cukup memprihatinkan ya ...

Tak sedikit pula tips yang tellah dibagikan untuk dapat menumbuhkan minat baca terutama sejak usia dini.
Namun masalah infrastruktur dan fasilitas tetap tak boleh dilupakan.

Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan terbagi menjadi 34 provinsi ketersediaan sarana membaca (terutama buku) sangat diharapkan agar dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali daerah yang sulit mendapatkan buku-buku bacaan terutama untuk anak-anak.

Tak kurang akal, kendala sulitnya mendapatkan buku bacaan ini justru mendorong tumbuh suburnya inisiatif dari masyarakat untuk membuka taman-taman bacaan, perpustakaan keliling, atau komunitas-komunitas membaca (dan menulis) yang bersifat gratis untuk dapat dimanfaatkan secara luas.

Di sisi lain tak sedikit pula para dermawan yang 'membaca' fenomena semakin pesatnya pertumbuhan taman bacaan ini dan terdorong untuk mendonasikan buku-buku bacaan kepada mereka.


Rabu, 09 Agustus 2017

Menemukan Ide Dalam Menulis

Mencari ide dalam menulis sering kali menjadi hambatan yang serius bagi saya, karena meskipun kata banyak orang (terutama guru-guru menulis saya) ide itu ada di mana-mana, tinggal bagaimana kita mengolahnya, tetap saja sang ide tak segera datang saat diperlukan.

Mengikuti tantangan One Day One Post (ODOP) yang diadakan oleh komunitas Blogger Muslimah menjadi salah satu ajang latihan bagi saya dalam pencarian ide ini.
Diharuskan mem-posting minimal satu tulisan per hari di blog bukanlah perkara mudah untuk saya.
Kita harus kreatif mencari tema-tema yang tidak membosankan bagi pembaca.

Sekarang sudah masuk hari kesembilan dalam program ODOP ini.
Alhamdulillah, meskipun tertatih-tatih (beberapa kali telat setor tulisan dan sering setor di waktu-waktu last minute) saya masih bisa konsisten menulis satu tulisan per hari.

Lantas, bagaimana cara saya menemukan ide dalam menulis?
Berikut ini beberapa hal yang saya lakukan.


Kamis, 03 Agustus 2017

Semakin Mudah ke Baitullah

Ka'bah.
Masjidil Haram.
Masjid Nabawi.
Mekkah.
Madinah.

Masjid Nabawi

Tempat-tempat yang tentunya sangat dirindukan oleh kaum muslimin di seluruh dunia.
Siapa yang tak ingin melihat langsung Ka'bah yang selama ini menjadi kiblat sholatnya?
Menyentuhnya, berdoa di tempat-tempat mustajab di sana.
Atau mendirikan sholat berjama'ah yang diimami oleh imam-imam besar yang selama ini hanya bisa didengar suaranya melalui audio?
Atau berkunjung ke makam Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, insan mulia yang begitu besar cintanya kepada kita para pengikutnya?
Juga berziarah ke tempat-tempat yang menyimpan sejarah mendalam tentang perjuangan da'wah beliau?
Serta bersafar ke tempat-tempat suci yang tertulis dalam Al Qur'an, kalam Allah yang kita pedomani sampai akhir zaman?

Selasa, 01 Agustus 2017

ODOP, Nyalakan Kembali Semangat Berbagi

ODOP.
One Day One Post.

Ini adalah nama salah satu program yang cukup populer di kalangan para blogger, khususnya anggota Blogger Muslimah Indonesia.
Sesuai judulnya, dalam program ini para peserta diwajibkan mem-posting minimal satu tulisan setiap hari di blognya.

Blogger Muslimah

Senin, 25 Januari 2016

Berkarya untuk Perubahan dalam Perbedaan

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain."

Hadits tersebut bermakna sangat dalam bila kita mampu memahaminya.

Arti kebermanfaatan dapat kita lihat antara lain dari karya yang dihasilkan oleh seseorang, apakah karya tersebut memberikan dampak bagi lingkungannya. Tentu saja dampak yang diharapkan adalah dampak yang positif.
Selain memberikan dampak positif, sebuah karya juga semestinya mampu membuat perubahan atau mengajak untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Dan kita semua harus yakin bahwa kita mampu melakukannya, mampu berkarya untuk membuat perubahan, meskipun dalam kondisi keterbatasan atau perbedaan.

Perbedaan tidak selalu menjadi penghalang atau kendala untuk berkarya dan membuat perubahan.
Salah satu contoh yang sering kita temui di sekitar kita adalah saudara-saudara kita yang dianugerahi keistimewaan sebagai difabel.

Saya pernah mendatangi sebuah pameran kerajinan berskala nasional di Jakarta yang rutin diadakan setiap tahun. Pengunjungnya pun tidak hanya berasal dari dalam kota atau dalam negeri, tetapi banyak pengunjung dari mancanegara.

Selasa, 19 Januari 2016

Nissan Grand Livina, Mobil yang Nyaman Untuk Keluarga

Bagi keluarga kami, mobil adalah salah satu kebutuhan yang cukup penting.


Meskipun saat ini masih tergolong 'keluarga kecil' (selain karena ukuran tubuh juga berdasarkan jumlah anggota keluarga :D) namun aktivitas yang cukup padat terutama di lingkungan sosial mendorong kami untuk memilih alat transportasi yang mendukung.

Beberapa faktor yang kami pertimbangkan dalam pemilihan kendaraan keluarga antara lain:

  • Desain interior; dimana kami memerlukan kabin yang lapang sehingga memberikan kenyamanan bagi penumpang maupun untuk keperluan akomodasi barang bawaan


Senin, 31 Agustus 2015

Sedekah itu Berkah

Bagi saya, begitu banyak berkah yang harus disyukuri sepanjang hidup ini, dan semuanya teramat indah. Jadi, agak bingung juga kalau harus memilih mana berkah terindah yang pernah saya terima.

Yang akan saya tulis disini adalah salah satu aktivitas yang bagi saya merupakan berkah, yaitu sedekah. Kedengarannya belagu banget ya, agak-agak seperti riya’, begitu :D
Biarlah bila ada yang menganggap demikian. #abaikan ^_^

Sedekah yang saya maksud disini adalah salah satu aktivitas sosial yang saya kelola bersama keluarga dan sahabat, yaitu kegiatan mengumpulkan buku-buku (baru dan bekas) untuk didistribusikan ke lembaga-lembaga yang memerlukan di seluruh wilayah Indonesia, seperti: taman bacaan, TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an), pondok pesantren, PAUD, sekolah-sekolah, LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan), panti asuhan, dan sejenisnya.

Sebenarnya kegiatan seperti ini sudah lama kami lakukan, tapi baru dikemas secara terorganisir dalam wadah DonasiBuku.com sejak akhir tahun 2014 yang lalu.

Sampai saat tulisan ini dibuat, DonasiBuku.com, gerakan yang bertujuan menumbuhkan akhlak mulia terutama bagi generasi penerus kita dengan kemudahan akses mendapatkan pengetahuan melalui bacaan yang bermanfaat telah mendistribusikan lebih dari 800 eksemplar buku kepada 30 lembaga penerima di 21 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Di DonasiBuku.com, kami -para pengurus- menyedekahkan waktu, tenaga, pikiran, dan tentunya dana.

DonasiBuku.com
Homepage DonasiBuku.com
Lantas, mengapa saya sebut berkah?

Begini ceritanya ...

Selasa, 25 Agustus 2015

Muslimah Merdeka, Muslimah yang Bertakwa

"Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kepada para wanita." (HR. Al Bukhari, dari Abu Hurairah).
Ah, indah sekali hadits di atas ya ...
Di dalamnya tersirat makna bahwa wanita sangat dimuliakan dalam Islam.
Seorang wanita muslim (muslimah) didudukkan sebagai seseorang yang merdeka, sejajar dengan pria untuk berdiskusi, saling mengingatkan, dan saling memberi wasiat tentang kebenaran, kesabaran, juga kasih sayang.

Apakah hanya itu saja?
Tentu saja tidak.
Coba kita perhatikan ayat ini:

Selasa, 11 Agustus 2015

Baking Soda, yang "Sakti" dari Dapur Kita

Baking soda, selama ini lebih dikenal sebagai soda kue.
Ada juga yang menyebutnya Natrium Bikarbonat, Sodium Bikarbonat (SoBi), Natrium/Sodium Hidrogen Karbonat, Natrium Acid Bicarbonate, atau Bicarbonate of Soda.

Rasanya sedikit asin dan bersifat alkali.
Unsur ini ditemukan terlarut dalam sumber air yang kaya mineral.

Sifat baking soda yang mampu menetralisir zat-zat yang ber-pH sangat asam atau sangat basa sehingga netral, membuatnya menjadi zat yang non-irritan (tidak mengiritasi) dan non-toksik (tidak beracun).

Baking Soda Murni
Baking Soda Murni

Selasa, 10 Maret 2015

Bawang Merah, si Kecil Bermanfaat Besar

Menjaga kesehatan itu penting, dan Allah sudah menyediakan berbagai kekayaan alam di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola hidup sehat sehari-hari.
Saya ingin berbagi sedikit pengalaman mengenai salah satu khasiat bawang merah, yaitu untuk mencegah flu.

***

Beberapa waktu yang lalu tanda-tanda flu (bersin, pilek, batuk, tenggorokan sakit) mulai muncul di tubuh saya.

Minggu, 08 Februari 2015

Jangan Buang Sampah Dapurmu!

Bayam Organik

Pada (sebagian besar) rumah tangga, dapur merupakan salah satu tempat yang aktivitas di dalamnya -bisa dibilang- berlangsung terus menerus.
Tak hanya memasak, namun juga menyiapkan makanan/minuman pembuka/penutup, cemilan, jajanan, buah-buahan, lalapan, dan sebagainya.
Bukan hal yang aneh pula bila sampah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan tersebut tak terhitung banyaknya.

Ibu yang bijak tentunya akan berusaha memanfaatkan seoptimal mungkin segala sesuatu yang dapat diolah dan meminimalkan pembuangannya, begitu pula dengan sampah organik/sampah dapur tadi.
Sisa rajangan sayur mayur, kulit buah-buahan, biji-bijian, kupasan bumbu/rempah-rempah, dan kulit telur merupakan beberapa contoh sampah organik dari dapur yang dapat diolah kembali.

Untuk apa?
Salah satu pemanfaatannya adalah dijadikan pupuk/kompos untuk menyuburkan tanaman.

Berikut ini langkah-langkah praktisnya berdasarkan pengalaman yang saya lakukan sendiri:
  • Kumpulkan sisa bahan dapur yang tak terpakai (yang belum mengalami proses pemasakan) dan rajang kecil-kecil (ukuran 1 cm x 1 cm atau 2 cm x 2 cm)

Sabtu, 29 November 2014

Tips Menulis dan Mendapatkan Penghasilan dari Tulisan

Tak sedikit kawan yang bertanya kepada saya, "Bagaimana cara menjadi penulis?"
Pertanyaan yang sangat simple 'kan?
Tapi jawabannya sangat tidak simple :)

Bagi saya pribadi, menulis adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.
Nah, bagaimana cara 'menciptakan' kebutuhan untuk menulis tersebut?
Simak tips-nya ya.

Tips untuk membiasakan menulis:
  1. Perbanyak membaca, dan usahakan setiap hari ada buku yang kita baca, meskipun hanya beberapa lembar (bisa dilanjutkan pada hari berikutnya).
  2. Luangkan waktu sekitar 10-30 menit per hari untuk menulis. Kalau kita tidak selalu dapat mengakses PC/notebook, gunakan gadget, manfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk menulis. Bahkan dalam format SMS pun bisa kita lakukan. Bila telah ada kesempatan, pindahkan tulisan-tulisan tersebut ke dalam satu folder di komputer, atau tuliskan di blog kita.
  3. Jangan melakukan editing pada saat kita menulis. Biarkan ide-ide mengalir lancar dan tertuang menjadi tulisan. Tahap mengedit dapat dilakukan setelah tulisan selesai. Termasuk didalamnya mengoreksi kesalahan ketik, mengisi bagian-bagian yang kosong (karena terjadi 'blank' pada saat menulis), dan menambahkan referensi-referensi yang diperlukan.

Jumat, 31 Oktober 2014

Tambora: Berkah di Balik Musibah

Pemandangan yang tak biasa terpampang pada layar lebar di depan kami.

Ternak dan tanaman hampir semuanya mati, terjadi gagal panen yang mengakibatkan bencana kelaparan terburuk.
Terjadi pula dua kali badai salju, padahal saat itu adalah Bulan Juni.
Dan selanjutnya terjadi pembekuan air danau dan sungai menjadi es di bulan berikutnya.
Temperatur pun sering kali berubah secara ekstrim dari normal/di atas normal (35° C) menjadi hampir beku hanya dalam beberapa jam saja.
Penyimpangan iklim yang luar biasa itu terjadi di Amerika Timur Laut, Kanada Maritim, dan Eropa Utara pada tahun 1816. Biasanya, pada akhir musim semi dan musim panas di Amerika Timur Laut cuaca relatif stabil; suhu berkisar antara 20-25° C dan hampir tak pernah mencapai di bawah 5° C. Salju musim panas pun jarang terjadi.
Di bagian bawah layar tercantum teks 'Tahun Tanpa Musim Panas / The Year Without a Summer'. 

Scene selanjutnya adalah flashback ke tahun 1815.
Di layar diperlihatkan topografi Pulau Sumbawa, Indonesia, di mana Gunung Tambora berada.


Sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sumbawa_Topography.png
Selanjutnya tampak ilustrasi meletusnya Gunung Tambora pada tanggal 10 April 1815, kepanikan masyarakat di sekitarnya, terdengarnya letusan sampai ke Pulau Sumatera yang berjarak lebih dari 2.000 km, bahkan sampai jatuhnya abu vulkanik di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Teks di bagian bawah layar menyebutkan bahwa letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000 - 12.000 diantaranya meninggal dunia secara langsung karena letusan tersebut.
Dan ternyata debu yang dihasilkan dari letusannya lah yang mengakibatkan terjadinya tahun tanpa musim panas setahun berikutnya di Amerika Utara dan Eropa karena perubahan cuaca yang amat drastis.

Perlahan pandangan diarahkan menuju satu titik yang semakin membesar, dan tampaklah sebuah kaldera yang sangat besar dan indah.


Sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Caldera_Mt_Tambora_Sumbawa_Indonesia.jpg

Senin, 31 Desember 2012

Refleksi

Katanya, malam ini malam tahun baru.
Katanya, harus dirayakan dengan membakar petasan dan kembang api di sana sini, konser musik di mana-mana, suara terompet bersahut-sahutan, konvoi kendaraan bermotor di seluruh kota, dan berbagai kegaduhan lainnya.

Kataku, malam ini tidak ada yang istimewa (sinis ya? biarin! hehehe…)
Kataku, setiap malam -yang berarti menuju pergantian hari- adalah persiapan untuk esok yang harus lebih baik, supaya kita tidak menjadi orang yang merugi atau bahkan celaka.

Dulu, saat masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan besar, pergantian tahun masehi sama artinya dengan kesibukan “menghitung” nilai kinerja pada tahun yang akan berlalu dan menyusun target untuk tahun berikutnya, -tentu saja- target dan angka-angka itu sudah di-”drop” dari atas.
Awal tahun ini, 2012, aku merasakan untuk pertama kalinya menyusun target (istilah anak sekarang: RESOLUSI) untuk unit usaha milik sendiri.
Ahaaa… sounds good yah .
Meski belum seluruhnya berbentuk kuantitatif, ternyata pencapaiannya nggak jelek-jelek amat kok.
Dari lima kategori besar target untuk Divisi Profit
, empat tercapai dan satu tidak dilanjutkan karena sudah tidak relevan lagi.
Namun, sebagai gantinya, ada beberapa pencapaian yang sangat patut disyukuri, antara lain
terbitnya buku pertamaku dan terpilihnya salah satu tulisanku sebagai nominator dalam sebuah event.
Selain itu, di tahun 2012 ini banyak kesempatan yang kuperoleh untuk bertemu para penulis hebat ataupun bersepakat untuk bekerjasama dalam suatu event dan langsung bertukar buku dengan mereka.

Sedangkan untuk pencapaian dari Divisi Non Profit, dari tiga bidang besar yang dikelola ternyata dua bidang jauh melampaui target yang ditetapkan, sedangkan satu bidang yang lain masih “so… so…” saja, alias hampir tidak ada peningkatan. Hiks…
Sedikit dokumentasi kegiatan untuk divisi non profit ada di beberapa tulisan berikut:
*
Selalu Ada Kesempatan
*
Ke Ujung Utara Bekasi
*
Untuk Sahabat

Lantas, bagaimana selanjutnya?
Tanpa bermaksud riya’, tentu saja harus ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil, bahwa:
  • FOKUS itu penting!
Memang, euforia “pindah kuadran” dari karyawan menjadi business owner sempat membuatku sedikit “kalap” dengan berusaha menyabet sebanyak mungkin peluang yang lewat di depan mata.
Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kematangan berpikir, satu per satu peluang itu akhirnya tersusun sesuai tingkat prioritasnya dan sebagian lagi tereliminasi. Saat ini hanya ada sedikit unit usaha yang langsung kutangani sehingga bisa lebih fokus.
Yang lainnya?
Hmm… serahkan saja pada ahlinya, misalnya melalui sistem konsinyasi, distributor, keagenan, reseller, dan sejenisnya. Dan ternyata dengan sistem-sistem ini selain menghemat banyak resources kita juga punya kesempatan berbagi rizqi dengan banyak pihak.
  • Penting untuk mencari teman yang “sejalan”
Rasanya sudah cukup jelas bahwa kalau kita memiliki visi akan sesuatu hal, tentu saja akan lebih mudah mencapainya bila kita bergerak bersama-sama dengan mereka yang bervisi sama.
Namun, adakalanya, meskipun kita sudah berada dalam barisan yang sama, belum tentu semuanya memiliki visi yang sama. Oleh karenanya kita harus pandai-pandai memilih kawan seperjuangan, yang bisa saling memperkuat dan bukan justru melemahkan satu sama lain (jadi ingat tagline andalan dari seorang sahabat hebat akhir-akhir ini: “Bersama kita bisa dan kuat”).
  • Jangan lupakan PASSION
Bisa dimaknai sebagai suatu keinginan atau kecenderungan yang sangat besar terhadap sesuatu.
Ini adalah alasan yang kukemukakan terhadap mantan atasan di tempat bekerja dulu pada saat mengajukan permohonan pensiun dini.
Meskipun kondisi di tempat bekerja dan karirku sebenarnya baik-baik saja, tetapi passion yang berada jauh di luar sana membuat sebagian besar pikiran dan energi tersita untuk hal-hal di luar pekerjaan kantor.
Tentu saja hal ini sangat tidak nyaman.
Dan setelah berada di luar sini, ketakutan yang selalu digembar-gemborkan orang bahwa “sulit untuk keluar dari zona nyaman” sama sekali tidak terbukti.
Memang benar aku keluar dari zona nyaman, tetapi untuk masuk ke zona yang lebih nyaman.
Alhamdulillah .
  • Terus meningkatkan kualitas diri dan berpikir positif
Tentu belum lupa ‘kan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda bahwa: “Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang yang merugi. Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat”, serta sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.: “Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jama’ah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan mahluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (Shahih Muslim No.4832).
Hal tersebut merupakan motivasi bagi kita untuk selalu berusaha lebih baik dan bersikap optimis, karena sesungguhnya pertolongan Allah sangatlah dekat.

Jadi kawan, begitulah, hari terus berganti, waktu terus berjalan, jatah usia kita pun semakin berkurang, sementara masih banyak amal baik yang belum kita perbuat.
Jangan sia-siakan kesempatan yang ada dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Mari berbuat lebih baik lagi dari waktu-waktu yang telah berlalu dan selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Insya Allah.

Bekasi, jelang 01 01 13
*ditulis di tengah bisingnya petasan bersahut-sahutan*