Masih melanjutkan cerita dari Melaka di tulisan sebelumnya:
Perjalanan relatiif lancar, masih diiringi rintik hujan di sepanjang jalan yang lumayan padat.
AC bus pun terasa semakin dingin menusuk kulit, apalagi dengan kondisi bus yang relatif kosong, hanya ada lima penumpang di deck atas.
Oh ya, karena penumpangnya hanya kami berlima, tempat duduknya pun bebas, tak perlu mengikuti nomor bangku yang tertera di tiket.
Namun lengangnya bus kami ini berbeda jauh dengan suasana di sepanjang jalan, apa lagi setelah sampai di Kota Melaka.
Kepadatan mulai tampak di sana sini.
Bus berjalan merayap untuk menuju ke terminal Melaka Sentral.






