Tampilkan postingan dengan label Writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 November 2017

Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia

"Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS. Ibrahim: 7)
 
Bersyukur.

Inilah key word yang harus kita ingat dan amalkan selalu, selama hayat masih dikandung badan.
Allah sendiri yang menjanjikan kepada kita dalam ayat di atas, bahwa jika kita bersyukur maka nikmat-Nya akan semakin ditambah, dan sebaliknya, bila kita ingkar maka azab Allah sangatlah pedih.

Menjadi muslimah, adalah salah satu nikmat yang wajib kita syukuri.
Sebagaimana kita tahu, wanita sangat dimuliakan kedudukannya dalam Islam, dan sudah selayaknya kita menjaga dengan baik kemuliaan ini.

Jumat, 27 Oktober 2017

Mensyukuri Proses

Kata orang, saat ini, jaman now, adalah zaman instan.
Semua serba instan, dari makanan sampai cita-cita, inginnya yang instan-instan.
Makan mi, tinggal rebus air, ambil mi instan yang sudah dikemas bersama bumbu-bumbunya, trus cemplung-cemplung.
Bikin kopi, tinggal ambil kopi sachet-an 3 in 1, seduh dengan air panas.
Mau dapat nilai bagus dalam ujian, tinggal cari makelar soal dan jawaban, bayar senilai sekian, hafalkan jawabannya. Ssttt ... jangan ditiru!!
Pengen kaya, tinggal tipu sana-sini. #ehh ... nggak boleh ya 😂.
Ingin masuk surga, tapi di dunia maunya foya-foya penuh maksiat. Jlebb!!

Sebenarnya hal itu adalah tanggung jawab dari masing-masing individu, ingin mencari jalan pintas (yang belum tentu halal dan thayib) atau melalui (dan menikmati) proses (yang belum tentu cepat) untuk mencapai tujuannya.
Semuanya akan dihisab di akhirat kelak.


Demikian juga dengan menulis.
Perlu proses untuk meningkatkan skill menulis kita (ini yang saya alami dan rasakan).
Mungkin proses yang dilalui masing-masing orang belum tentu sama, ada yang cepat dan ada pula yang agak lama (kelihatannya saya termasuk kategori yang kedua. Ha ha ha ... 😂😂).

Tahun 2012 yang lalu saya pernah menulis tentang proses terbitnya buku solo pertama saya, "Edelweiss Terakhir" di sini: "My First Book: 'Edelweiss Terakhir' - A Long Process". Dari judulnya aja sudah kebayang lamanya 'kan ya?

Sabtu, 30 September 2017

Tumbuhkan Masyarakat Cinta Membaca Melalui Donasi Buku

Sudah banyak sekali pembahasan mengenai budaya membaca pada masyarakat kita, terutama terkait dengan rendahnya minat baca di Indonesia.
Studi "Most Literate Nation in the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 menyatakan bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara, dimana Indonesia berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).
Cukup memprihatinkan ya ...

Tak sedikit pula tips yang tellah dibagikan untuk dapat menumbuhkan minat baca terutama sejak usia dini.
Namun masalah infrastruktur dan fasilitas tetap tak boleh dilupakan.

Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan terbagi menjadi 34 provinsi ketersediaan sarana membaca (terutama buku) sangat diharapkan agar dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tetapi pada kenyataannya masih banyak sekali daerah yang sulit mendapatkan buku-buku bacaan terutama untuk anak-anak.

Tak kurang akal, kendala sulitnya mendapatkan buku bacaan ini justru mendorong tumbuh suburnya inisiatif dari masyarakat untuk membuka taman-taman bacaan, perpustakaan keliling, atau komunitas-komunitas membaca (dan menulis) yang bersifat gratis untuk dapat dimanfaatkan secara luas.

Di sisi lain tak sedikit pula para dermawan yang 'membaca' fenomena semakin pesatnya pertumbuhan taman bacaan ini dan terdorong untuk mendonasikan buku-buku bacaan kepada mereka.


Rabu, 09 Agustus 2017

Menemukan Ide Dalam Menulis

Mencari ide dalam menulis sering kali menjadi hambatan yang serius bagi saya, karena meskipun kata banyak orang (terutama guru-guru menulis saya) ide itu ada di mana-mana, tinggal bagaimana kita mengolahnya, tetap saja sang ide tak segera datang saat diperlukan.

Mengikuti tantangan One Day One Post (ODOP) yang diadakan oleh komunitas Blogger Muslimah menjadi salah satu ajang latihan bagi saya dalam pencarian ide ini.
Diharuskan mem-posting minimal satu tulisan per hari di blog bukanlah perkara mudah untuk saya.
Kita harus kreatif mencari tema-tema yang tidak membosankan bagi pembaca.

Sekarang sudah masuk hari kesembilan dalam program ODOP ini.
Alhamdulillah, meskipun tertatih-tatih (beberapa kali telat setor tulisan dan sering setor di waktu-waktu last minute) saya masih bisa konsisten menulis satu tulisan per hari.

Lantas, bagaimana cara saya menemukan ide dalam menulis?
Berikut ini beberapa hal yang saya lakukan.


Selasa, 01 Agustus 2017

ODOP, Nyalakan Kembali Semangat Berbagi

ODOP.
One Day One Post.

Ini adalah nama salah satu program yang cukup populer di kalangan para blogger, khususnya anggota Blogger Muslimah Indonesia.
Sesuai judulnya, dalam program ini para peserta diwajibkan mem-posting minimal satu tulisan setiap hari di blognya.

Blogger Muslimah

Sabtu, 07 Februari 2015

Hari Ini Aku Belajar


Hari ini aku belajar
Bahwa persahabatan itu membahagiakan
Bahwa anak-anak adalah keceriaan
Bahwa sederhana itu keindahan

Hari ini aku belajar
Bahwa niat baik akan dimudahkan jalannya
Bahwa sedikit bagi kita mungkin bermakna banyak untuk mereka
Bahwa berbagi melapangkan hati


Jumat, 16 Januari 2015

Cantiknya Belitung (3) - Museum Kata Andrea Hirata

'Membaca adalah esensi menikmati sebuah museum sastra'

Quote itu terpampang di bagian depan rumah yang disulap menjadi 'museum'.
Bukan museum seperti yang biasa kita lihat, karena ini adalah 'Museum Kata Andrea Hirata' yang terletak di Jl. Laskar Pelangi 07 - Gantong, Belitong.

Meskipun tampak depan rumah yang dialihfungsikan ini tidak berbeda dengan rumah-rumah yang lain, tapi keunikan sudah terasa, mulai dari gerbang depan dan pajangan di halamannya yang dibentuk dari kerangka kawat serta signboard yang cukup menyita perhatian.

 
Dengan embel-embel nama 'Andrea Hirata' di belakangnya tentu saja dapat ditebak kira-kira apa isinya.
Pasti akan langsung terbersit tentang 'Laskar Pelangi' kan?



Jumat, 19 Desember 2014

Satu Kata Berjuta Manfaat

Berkumpul bersama anak muda selalu membuat kita merasa muda lagi.
Demikian pula suasana yang terasa dalam Bedah Buku "Edelweiss Terakhir" bersama adik-adik dari SMAN 1 Cibarusah - Kabupaten Bekasi.

Bedah buku bertema "Satu Kata Berjuta Manfaat" ini merupakan yang pertama kali diadakan di sana sebagai salah satu agenda dalam rangkaian acara "CIKOFEST" (selain Class Meeting, Lomba Cipta Mars, Lomba Desain Blog, dan Pentas Seni) setelah UAS (Ulangan Akhir Semester).


Atmosfir 'keseruan' sudah terasa sejak acara dimulai, bahkan sebelumnya. Pada sambutan pembukaannya Bapak Kepala Sekolah menyampaikan pesan agar saya membimbing adik-adik untuk dapat menulis dengan baik, sedangkan Bapak Pembina OSIS menyampaikan mengenai pencanangan gerakan wajib membaca di seluruh sekolah se-Kabupaten Bekasi.
Sounds good ya :)
Membaca dan menulis. Klop banget! 
Seandainya tradisi ini bisa dibudayakan di semua sekolah. Ah, pasti keren sekali ...
Bahkan Pak Kepsek menghadiahkan beberapa Buku "Edelweiss Terakhir" untuk Ketua OSIS, Ketua Pelaksana, lima peserta yang pertama mengisi daftar hadir, dan lima penulis resume bedah buku terbaik yang akan dinilai setelah acara selesai.
Memang terasa sekali bahwa para guru ini sangat memotivasi siswanya untuk maju. 

Sabtu, 29 November 2014

Tips Menulis dan Mendapatkan Penghasilan dari Tulisan

Tak sedikit kawan yang bertanya kepada saya, "Bagaimana cara menjadi penulis?"
Pertanyaan yang sangat simple 'kan?
Tapi jawabannya sangat tidak simple :)

Bagi saya pribadi, menulis adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.
Nah, bagaimana cara 'menciptakan' kebutuhan untuk menulis tersebut?
Simak tips-nya ya.

Tips untuk membiasakan menulis:
  1. Perbanyak membaca, dan usahakan setiap hari ada buku yang kita baca, meskipun hanya beberapa lembar (bisa dilanjutkan pada hari berikutnya).
  2. Luangkan waktu sekitar 10-30 menit per hari untuk menulis. Kalau kita tidak selalu dapat mengakses PC/notebook, gunakan gadget, manfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk menulis. Bahkan dalam format SMS pun bisa kita lakukan. Bila telah ada kesempatan, pindahkan tulisan-tulisan tersebut ke dalam satu folder di komputer, atau tuliskan di blog kita.
  3. Jangan melakukan editing pada saat kita menulis. Biarkan ide-ide mengalir lancar dan tertuang menjadi tulisan. Tahap mengedit dapat dilakukan setelah tulisan selesai. Termasuk didalamnya mengoreksi kesalahan ketik, mengisi bagian-bagian yang kosong (karena terjadi 'blank' pada saat menulis), dan menambahkan referensi-referensi yang diperlukan.

Rabu, 15 Oktober 2014

8 Keuntungan Mengikuti Lomba Menulis

Masih ingat iklan t**kom**l tentang 'ada jiwa reporter dalam diri setiap kita'?
Memang benar, Allah menganugerahi manusia dengan panca indera yang antara lain memungkinkan kita untuk melihat, mendengar, merasakan, dan berbicara.
Saat ini dengan semakin luas dan mudahnya akses ke berbagai media, semakin banyak pula kesempatan untuk bercerita dan 'berbicara', untuk menjadi reporter atas semua hal, kejadian, peristiwa yang ada di sekitar kita.
Peluang itu akan semakin terbuka bila kita mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskannya, baik dalam bentuk gambar/foto, video, audio, maupun tulisan.

Menulis, bukanlah hal baru bagi kita. Apalagi sejak awal masuk sekolahpun kita sudah harus mempelajarinya. Jadi sudah selayaknya bila menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri kita.

Allah telah menegaskan dalam salah satu firman-Nya:
"Nuun, Demi pena dan hasil tulisan manusia dan malaikat." (Surat Al Qalam: 1)
Ayat ini menunjukkan sumpah dengan ungkapan 'qalam' dan 'sesuatu yang ditulis', menunjukkan akan pentingnya kedua hal tersebut, besarnya pengaruh dan manfaatnya dalam bidang ilmu, pengetahuan, dan kemajuan kebudayaan. Ayat ini menunjukkan kelebihan alat tulis/media. (Sumber: http://www.slideshare.net/MochammadDawud/tafsir-surat-al-qalam-ayat-1-mochammad-dawud)

Lalu, akankah kita menyia-nyiakan anugerah Allah ini? Semoga tidak :)

www.endahwidowati.com

Sabtu, 19 Mei 2012

My First Book: “Edelweiss Terakhir” – A Long Process

Sudah lama juga blog ini belum bertambah isinya.
Sekitar tiga bulan-an ya?
Hmmmm….. more than enough time to share many stories.

Banyak catatan manis selama tiga bulan ini, baik itu bersama teman-teman Tangan Di Atas, JAWARA dan WAKALA, para penulis hebat, teman-teman almamater (ALSTE, SPEGA, FAST, TELKOM), adik-adik TPQ Al Insyiroh, berbagai komunitas sosial, dan banyak lagi yang lain, terutama bersama keluarga… *kedipkedip*.

Salah satu pencapaian yang cukup luar biasa bagi saya adalah terbitnya buku pertama saya, “EdelweissTerakhir” di Bulan Maret 2012.

Edelweiss Terakhir
Edelweiss Terakhir

Awalnya memang terasa tidak mungkin, meskipun saya sudah mencanangkan niat untuk punya karya yang “beda” dan tetap mendatangkan manfaat sebelum usia “kepala empat” (bukankah sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain, teman?).
Dan Alhamdulillah, ternyata Allah meridhoi niat ini.