Jumat, 16 Januari 2015

Cantiknya Belitung (3) - Museum Kata Andrea Hirata

'Membaca adalah esensi menikmati sebuah museum sastra'

Quote itu terpampang di bagian depan rumah yang disulap menjadi 'museum'.
Bukan museum seperti yang biasa kita lihat, karena ini adalah 'Museum Kata Andrea Hirata' yang terletak di Jl. Laskar Pelangi 07 - Gantong, Belitong.

Meskipun tampak depan rumah yang dialihfungsikan ini tidak berbeda dengan rumah-rumah yang lain, tapi keunikan sudah terasa, mulai dari gerbang depan dan pajangan di halamannya yang dibentuk dari kerangka kawat serta signboard yang cukup menyita perhatian.

 
Dengan embel-embel nama 'Andrea Hirata' di belakangnya tentu saja dapat ditebak kira-kira apa isinya.
Pasti akan langsung terbersit tentang 'Laskar Pelangi' kan?



Jumat, 09 Januari 2015

Cantiknya Belitung (2) - Sepotong 'Surga' di Tanjung Binga



Masih lanjutan dari seri pertama tentang Belitung,"Cantiknya Belitung (1) - Hadiah dari Allah", kali ini tentang sebuah tempat indah bernama Tanjung Binga, desa nelayan yang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Perkampungan Nelayan - Tampak dari Arah  Laut

Pantainya yang Tenang

Meski berjarak cukup jauh dari Tanjung Pandan, sekitar 30 kilometer, Tanjung Binga menyimpan keelokan tersendiri, dibalut keeksotisan dan keromantisan pantai pasir putih berpadu dengan laut yang tenang, birunya langit, temaram senja, desau angin, serta debur ombak sepanjang hari. 

Hmm ..., feels romantic ;) 

Sabtu, 03 Januari 2015

Ternate dan Gamalama, Paket Indah di Maluku Utara

Gunung Gamalama, Ternate Seluruhnya
Gunung Gamalama.

Sebuah gunung stratovolcano kerucut di Pulau Ternate yang merupakan keseluruhan pulau itu sendiri. Tak heran bila segala aktivitas yang terjadi pada gunung ini akan berdampak langsung pada Ternate seluruhnya.
Sudah lebih dari 60 kali meletus sejak letusan pertama tahun 1538, pada tanggal 19 Desember 2014 lalu Gamalama kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mennyemburkan asap dan debu yang menyebar ke hampir seluruh kota serta mengakibatkan terganggunya penerbangan dan ditutupnya Bandar Udara Sultan Babullah selama kurang lebih 10 hari.

Semburan Asapnya (Foto Tanggal 19 Desember 2014 - Sore Hari)

Senin, 29 Desember 2014

Cantiknya Belitung (1) - Hadiah dari Allah

Biliton. Belitong. Belitung.

Cantiknya Belitung, hadiah dari Allah
Pulau yang sangat cantik di lepas pantai timur Sumatera ini semakin mendunia seiring dengan booming-nya 'Laskar Pelangi' karya Bang Andrea Hirata yang pertama kali terbit sebagai novel pada tahun 2005 dan diangkat ke layar lebar pada tahun 2008.

Sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pulau Belitung terbagi menjadi dua Kabupaten yaitu Belitung (ber-ibu kota di Tanjung Pandan) dan Belitung Timur (ber-ibu kota di Manggar).


Sumber gambar: http://holidayinbelitung.com/wp-content/uploads/2014/01/Peta-Wisata-Bangka-Belitung-Holiday-in-Belitung.gif

Sangat banyak tulisan tentangnya di berbagai media online maupun cetak, baik berupa feature, guidance, journal, maupun literature.

Tulisan bertema 'Cantiknya Belitung' ini akan bercerita tentang tempat-tempat indah yang wajib dikunjungi di sana dan pada bagian pertamanya akan dibahas panduan umum dan itinerary (rencana perjalanan) sebagai rujukan bagi para penggemar traveling mandiri (tanpa mengikuti rombongan tour).

Jumat, 26 Desember 2014

Tsunami Aceh dalam Kenangan

26 Desember 2004 - 26 Desember 2014.
 


Peristiwa tsunami di Aceh telah sepuluh tahun berlalu, tentu sangat banyak hikmah dibalik peristiwa itu.
Begitu banyak lokasi yang menjadi saksi bisu dan telah dijadikan sebagai 'monumen' untuk memperingatinya.
Berikut ini sedikit diantaranya yang sayang untuk dilewatkan kalau kita berkunjung ke sana.

Kami mendokumentasikannya sebagai bagian dari kunjungan ke Banda Aceh tahun 2014 untuk mengenang peristiwa besar ini sekaligus mensyukuri sepuluh tahun indahnya perjalanan rumah tangga kami (tepat pada saat tsunami terjadi kami sedang melaksanakan syukuran pernikahan/walimatul 'ursy).

Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda




Bandara ini merupakan salah satu pintu masuk ke Aceh, melayani Kota Banda Aceh dan sekitarnya, berlokasi di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Nama bandaranya sendiri diambil dari nama salah seorang pahlawan nasional dari Aceh, yaitu Sultan Iskandar Muda.
Setelah tsunami bandara ini direnovasi sehingga memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan mampu menampung pesawat berbadan lebar.

Penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air, baik melalui transit di Bandara Kualanamu (Medan) maupun tanpa transit (langsung mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda - Aceh).


Masjid Raya Baiturrahman

Terletak di Kota Banda Aceh dan merupakan masjid Kesultanan Aceh yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M.



Jumat, 19 Desember 2014

Satu Kata Berjuta Manfaat

Berkumpul bersama anak muda selalu membuat kita merasa muda lagi.
Demikian pula suasana yang terasa dalam Bedah Buku "Edelweiss Terakhir" bersama adik-adik dari SMAN 1 Cibarusah - Kabupaten Bekasi.

Bedah buku bertema "Satu Kata Berjuta Manfaat" ini merupakan yang pertama kali diadakan di sana sebagai salah satu agenda dalam rangkaian acara "CIKOFEST" (selain Class Meeting, Lomba Cipta Mars, Lomba Desain Blog, dan Pentas Seni) setelah UAS (Ulangan Akhir Semester).


Atmosfir 'keseruan' sudah terasa sejak acara dimulai, bahkan sebelumnya. Pada sambutan pembukaannya Bapak Kepala Sekolah menyampaikan pesan agar saya membimbing adik-adik untuk dapat menulis dengan baik, sedangkan Bapak Pembina OSIS menyampaikan mengenai pencanangan gerakan wajib membaca di seluruh sekolah se-Kabupaten Bekasi.
Sounds good ya :)
Membaca dan menulis. Klop banget! 
Seandainya tradisi ini bisa dibudayakan di semua sekolah. Ah, pasti keren sekali ...
Bahkan Pak Kepsek menghadiahkan beberapa Buku "Edelweiss Terakhir" untuk Ketua OSIS, Ketua Pelaksana, lima peserta yang pertama mengisi daftar hadir, dan lima penulis resume bedah buku terbaik yang akan dinilai setelah acara selesai.
Memang terasa sekali bahwa para guru ini sangat memotivasi siswanya untuk maju. 

Sabtu, 29 November 2014

Tips Menulis dan Mendapatkan Penghasilan dari Tulisan

Tak sedikit kawan yang bertanya kepada saya, "Bagaimana cara menjadi penulis?"
Pertanyaan yang sangat simple 'kan?
Tapi jawabannya sangat tidak simple :)

Bagi saya pribadi, menulis adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.
Nah, bagaimana cara 'menciptakan' kebutuhan untuk menulis tersebut?
Simak tips-nya ya.

Tips untuk membiasakan menulis:
  1. Perbanyak membaca, dan usahakan setiap hari ada buku yang kita baca, meskipun hanya beberapa lembar (bisa dilanjutkan pada hari berikutnya).
  2. Luangkan waktu sekitar 10-30 menit per hari untuk menulis. Kalau kita tidak selalu dapat mengakses PC/notebook, gunakan gadget, manfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia untuk menulis. Bahkan dalam format SMS pun bisa kita lakukan. Bila telah ada kesempatan, pindahkan tulisan-tulisan tersebut ke dalam satu folder di komputer, atau tuliskan di blog kita.
  3. Jangan melakukan editing pada saat kita menulis. Biarkan ide-ide mengalir lancar dan tertuang menjadi tulisan. Tahap mengedit dapat dilakukan setelah tulisan selesai. Termasuk didalamnya mengoreksi kesalahan ketik, mengisi bagian-bagian yang kosong (karena terjadi 'blank' pada saat menulis), dan menambahkan referensi-referensi yang diperlukan.

Jumat, 31 Oktober 2014

Tambora: Berkah di Balik Musibah

Pemandangan yang tak biasa terpampang pada layar lebar di depan kami.

Ternak dan tanaman hampir semuanya mati, terjadi gagal panen yang mengakibatkan bencana kelaparan terburuk.
Terjadi pula dua kali badai salju, padahal saat itu adalah Bulan Juni.
Dan selanjutnya terjadi pembekuan air danau dan sungai menjadi es di bulan berikutnya.
Temperatur pun sering kali berubah secara ekstrim dari normal/di atas normal (35° C) menjadi hampir beku hanya dalam beberapa jam saja.
Penyimpangan iklim yang luar biasa itu terjadi di Amerika Timur Laut, Kanada Maritim, dan Eropa Utara pada tahun 1816. Biasanya, pada akhir musim semi dan musim panas di Amerika Timur Laut cuaca relatif stabil; suhu berkisar antara 20-25° C dan hampir tak pernah mencapai di bawah 5° C. Salju musim panas pun jarang terjadi.
Di bagian bawah layar tercantum teks 'Tahun Tanpa Musim Panas / The Year Without a Summer'. 

Scene selanjutnya adalah flashback ke tahun 1815.
Di layar diperlihatkan topografi Pulau Sumbawa, Indonesia, di mana Gunung Tambora berada.


Sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sumbawa_Topography.png
Selanjutnya tampak ilustrasi meletusnya Gunung Tambora pada tanggal 10 April 1815, kepanikan masyarakat di sekitarnya, terdengarnya letusan sampai ke Pulau Sumatera yang berjarak lebih dari 2.000 km, bahkan sampai jatuhnya abu vulkanik di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Teks di bagian bawah layar menyebutkan bahwa letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000 - 12.000 diantaranya meninggal dunia secara langsung karena letusan tersebut.
Dan ternyata debu yang dihasilkan dari letusannya lah yang mengakibatkan terjadinya tahun tanpa musim panas setahun berikutnya di Amerika Utara dan Eropa karena perubahan cuaca yang amat drastis.

Perlahan pandangan diarahkan menuju satu titik yang semakin membesar, dan tampaklah sebuah kaldera yang sangat besar dan indah.


Sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Caldera_Mt_Tambora_Sumbawa_Indonesia.jpg

Rabu, 15 Oktober 2014

8 Keuntungan Mengikuti Lomba Menulis

Masih ingat iklan t**kom**l tentang 'ada jiwa reporter dalam diri setiap kita'?
Memang benar, Allah menganugerahi manusia dengan panca indera yang antara lain memungkinkan kita untuk melihat, mendengar, merasakan, dan berbicara.
Saat ini dengan semakin luas dan mudahnya akses ke berbagai media, semakin banyak pula kesempatan untuk bercerita dan 'berbicara', untuk menjadi reporter atas semua hal, kejadian, peristiwa yang ada di sekitar kita.
Peluang itu akan semakin terbuka bila kita mampu mendokumentasikan dan menyebarluaskannya, baik dalam bentuk gambar/foto, video, audio, maupun tulisan.

Menulis, bukanlah hal baru bagi kita. Apalagi sejak awal masuk sekolahpun kita sudah harus mempelajarinya. Jadi sudah selayaknya bila menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri kita.

Allah telah menegaskan dalam salah satu firman-Nya:
"Nuun, Demi pena dan hasil tulisan manusia dan malaikat." (Surat Al Qalam: 1)
Ayat ini menunjukkan sumpah dengan ungkapan 'qalam' dan 'sesuatu yang ditulis', menunjukkan akan pentingnya kedua hal tersebut, besarnya pengaruh dan manfaatnya dalam bidang ilmu, pengetahuan, dan kemajuan kebudayaan. Ayat ini menunjukkan kelebihan alat tulis/media. (Sumber: http://www.slideshare.net/MochammadDawud/tafsir-surat-al-qalam-ayat-1-mochammad-dawud)

Lalu, akankah kita menyia-nyiakan anugerah Allah ini? Semoga tidak :)

www.endahwidowati.com

Jumat, 26 September 2014

Pulau Weh, si Cantik di Ujung Barat Indonesia

SABANG.

Kebanyakan dari kita mungkin sudah pernah mendengar nama kota ini sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (atau bahkan sebelumnya) karena seringnya kita mendengar atau menyanyikan Lagu Nasional ‘Dari Sabang Sampai Merauke’. Tetapi kesempatan untuk berkunjung ke sana belum tentu datang setiap saat.
Alhamdulillah, pada Bulan Mei 2014 yang lalu kami mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Banda Aceh dan dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Weh, pulau dimana kota Sabang berada. Hanya sebuah kunjungan yang relatif singkat namun benar-benar memberikan kesan yang tak terlupakan.


Panorama Laut Pelabuhan Balohan

Fasilitas  

Bila kita sama sekali belum memiliki informasi tentang pulau ini dan tidak sempat browsing sebelum melakukan perjalanan, jangan khawatir. Di Pelabuhan Ulee Lheue (Banda Aceh) terdapat pusat informasi mengenai wisata Pulau Weh (dan Aceh pada umumnya), sehingga kita bisa bertanya-tanya sebelum menyeberang ke Pulau Weh.