Rabu, 30 Agustus 2017

Adab Berhari Raya (Adab Al-'Ied) - 2

Melanjutkan tulisan sebelumnya: 'Adab Berhari Raya (Adab Al-'Ied) - 1'.

Beberapa adab lain yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

  • Anak-anak juga keluar untuk shalat
Hendaknya anak-anak ikut keluar sehingga mereka juga ikut merasakan kebahagiaan hari raya, bersenang-senang dengan pakaian baru, keluar ke tempat shalat, dan menyaksikan jamaah kaum muslimin walaupun mereka tidak shalat karena masih kecil.
Ibnu 'Abbas berkata, "Aku keluar bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari raya 'Iedul Fithri atau 'Iedul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah. Setelah itu beliau mendatangi kaum wanita dan memberikan nasihat dan peringatan kepada mereka, serta memerintahkan mereka untuk bersedekah." [HR. Al-Bukhari (975) dan Muslim (884) dari Ibnu 'Abbas].
Hadits ini menunjukkan bahwa anak-anak juga disyari'atkan untuk keluar ke tempat shalat pada hari raya. Ketika Ibnu 'Abbas ditanya, "Apakah engkau menyaksikan 'Ied bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam?" Ia berkata, "Ya. Kalaulah bukan karena masih kecil, aku tidak akan menyaksikannya." [HR. Al-Bukhari (977) dari Ibnu 'Abbas}.
Ini menjelaskan bahwa anak-anak juga keluar untuk shalat, bahkan anak perempuan yang masih kecil sekalipun. Karena, keluarnya laki-laki, wanita, dan anak-anak untuk shalat memberitahukan hal itu. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga memerintahkan anak-anak, wanita, dan isteri-isteri beliau agar keluar pada kedua hari raya." [HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu 'Abbas, sebagaimana terdapat dalam kitab Shahiihul Jaami' (4888)].
  • Keluar untuk shalat dengan berjalan kaki
Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunnah. Sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa adzan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain. [HR. Ibnu Majah (1300) dari Abu Rafi'. Lihat kitab Shahiihul Jaami' (4933)].
Perbuatan inilah yang disukai selama tidak memberatkan orang yang shalat (karena jarak yang jauh, panas yang menyengat, jalan berlumpur, hujan, dan lain-lain).
  • Bertakbir dengan suara keras sampai ke tempat shalat 
Disunnahkan bertakbir mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat, untuk menunjukkan syi'ar Islam, menunjukkan kegembiraan di hari raya, dan mensyiarkan kepada manusia bahwa hari ini tidak sama dengan hari-hari lain. 
Takbir juga merupakan sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Beliau bertakbir pada hari raya ;Iedul Fithri mulai dari keluar rumah sampau ke tempat shalat. [HR. Al-Hakim (I/297-298] dan Al-Baihaqi dalam Al-Kubraa (III/279) dari Ibnu 'Umar. Lihat kitab Shahiihul Jaami' (5004)].
Beliau juga keluar pada dua hari raya dengan mengeraskan suaranya ketika bertahlil dan bertakbir. [HR. Al-Baihaqi (III/279). Lihat kitab Shahiihul Jaami' (4934)].
  • Tidak ada shalat sebelum shalat 'Ied
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak mengerjakan shalat apapun sebelum shalat 'Ied.
Setelah pulang ke rumah, maka beliau pun shalat dua rakaat. [HR. Ibnu Majah (1293) dari hadits Abu Sa'id. Lihat kitab Shahiihul Jaami' (4859).
Disunnahkan duduk jika telah sampai ke tempat shalat.
Jangan mengerjakan shalat apapun, hendaknya berdzikir, bertahlil, atau bertakbir.
Tidak termasuk pula menyerempakkan takbir dengan satu suara karena tidak ada dalil dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menunjukkan hal tersebut.
  • Tidak ada adzan dan iqamat pada shalat 'Ied
Berdasarkan hadits dari Ibnu 'Abbas dan Jabir, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak memerintahkan untuk mengumnandangkan adzan pada dua hari raya. [HR. Al-Bukhari (960) dan Muslim dalam hadits yang panjang (886) dari Ibnu 'Abbas dan Jabir].
  • Mendahulukan shalat sebelum khutbah
Ibnu 'Abbas berkata, "Aku menyaksikan 'Ied bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Abu Bakar, 'Umar, dan 'Utsman. Mereka seluruhnya melaksanakan shalat sebelum khutbah." [HR. Al-Bukhari (962) dan Muslim (884) dari Ibnu 'Abbas].
Masih banyak hadits-hadits lain yang menunjukkan dilaksanakannya shalat sebelum khutbah.
  • Imam menghadap jamaah ketika berkhutbah
Hendaklah imam menghadapkan wajahnya kepada manusia dan membelakangi kiblat ketika berkhutbah.
Abu Sa'id al-Khudri berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam keluar pada hari raya 'Iedul Fithri dan 'Iedul Adha ke tempat shalat. Yang pertama beliau lakukan adalah shalat, kemudian menghadap manusia dan orang-orang yang duduk di barisannya. Beliau memberikan nasihat, wasiat, dan perintah kepada mereka. Apabila Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ingin mengirim pasukan, maka beliau akan mengutusnya. Demikian pula apabila Nabi ingin memerintahkan sesuatu, maka beliau pun menyampaikannya. Sesudah itu, beliau pun pulang."
  • Tidak membuat mimbar untuk khutbah 'Ied
Berkhutbah di atas mimbar ketika hari raya bukanlah termasuk sunnah.
Dalilnya adalah hadits Abu Sa'id sebelumnya pada abad keenam belas.
Abu Sa'id terkejut dengan mimbar yang dibuat oleh Katsir bin Shalt.
Ini menunjukkan bahwa di zaman Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasam dan para khalifah beliau tidak dikenal adanya khutbah di atas mimbar.
Dalam hal ini pula al-Bukhari membuat bab dalam Shahiihnya: Bab "al-Khuruuj ilal Mushalla bighairi Mimbar (keluar ke tempat shalat tanpa mimbar)". [Fathul Baari (II/520)].
  • Imam memberikan nasihat khusus untuk kaum wanita
Setelah selesai khutbah, disunnahkan bagi imam untuk mendatangi kaum wanita di tempat shalatnya kemudian memberikan nasihat dan peringatan kepada mereka.
Jabir berkata, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdiri dan memulai shalat. Kemudian beliau berkhutbah kepada manusia. Setelah selesai, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam turun dan mendatangi kaum wanita lalu memberikan peringatan kepada mereka, sementara beliau bersandar pada tangan Bilal dan Bilal membentangkan kainnya. Selanjutnya para wanita melemparkan sedekah ke kainnya."
Ibnu Juraij berkata, "Aku bertanya kepada Atha': 'Apakah menurutmu imam wajib mendatangi wanita dan memberikan peringatan kepada mereka ketika selesai (khutbah)?'"
Ia berkata: "Sesungguhnya itu harus mereka lakukan! Mengapa mereka tidak melakukannya?" [HR. Al-Bukhari (961) dan Muslim (885) dari hadits Atha' dari Jabir].


(Bersambung).

***

Baca juga:

Adab Berhari Raya (Adab Al-'Ied -1)

***
 
Sumber:
'Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah - Jilid 2' ('Abdul 'Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Jakarta,Shafar 1434 H/Januari 2013 M).

 
***

#ODOP
#ODOP30
#BloggerMuslimahIndonesia 



Related Posts:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar