Sabtu, 12 Agustus 2017

Pengalaman Tak Terlupakan di Tanah Suci (2)

Banyak sekali kisah-kisah keajaiban yang dialami para jamaah umroh maupun haji di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Ada kisah suka, dan banyak pula kisah duka.
Kami pun pernah mengalaminya dan ingin membagikannya kepada sahabat semua agar kita dapat bersama-sama mengambil hikmah di balik peristiwa-peristiwa tersebut.
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya: 'Pengalaman Tak Terlupakan di Tanah Suci (1)' yang menceritakan beberapa kisah tak terlupakan yang kami alami di area Masjidil Haram.
Pada tulisan ini kami akan membagikan beberapa pengalaman di tempat lain, pada saat beribadah umroh.
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi
  • Sajadah Tertinggal di Masjid
Peristiwa ini belum lama terjadi, tepatnya pada Bulan Ramadhan 1438 H (2017 M) yang lalu.
Seperti biasa, kami sebisa mungkin tak melewatkan kesempatan melaksanakan shalat Dhuha.
Waktu itu saya memilih tempat yang tak terlalu ramai di salah satu sudut Masjid Nabawi, Madinah.
Suasana yang sepi (hanya ada beberapa orang di area ini dan sebagiannya sudah mulai tertidur) sangat mendukung kekhusyu'an beribadah saat itu.
Setelah puas beribadah saya pun beranjak untuk keluar Masjid dan kembali ke hotel.
Tanpa sadar ternyata sajadah saya tertinggal di dalam masjid.
Kata suami saya, "Ya sudah, nggak apa-apa, mungkin lebih bermanfaat bagi orang lain."
Saya hanya meng-amin-kan ucapannya meskipun agak sedih juga karena sajadah itu adalah hadiah dari teman kantor dulu.
Setelah itu kami berjalan-jalan di seputar Masjid Nabawi sambil melihat-lihat suasana.
Tiba-tiba ada dua orang jamaah menghampiri dan memberikan sajadah yang bagus, tebal, dan empuk.
Awalnya kami menolak, tapi mereka berkata bahwa itu adalah hadiah. 
Kami pun menerimanya dengan suka cita.
Alhamdulillah, betapa Allah tahu apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya.
Kadang kita merasa sesuatu itu baik untuk kita, padahal belum tentu demikian menurut Allah, dan sebaliknya, kadang kita tidak menyukai sesuatu karena merasa tidak baik untuk kita, padahal boleh jadi hal itu adalah yang terbaik menurut Allah.
Maka, berprasangka baiklah selalu pada Allah.

  • Diberi Uang dan Cincin Emas 
Ini adalah peristiwa yang terjadi di atas pesawat.
Waktu itu kami pulang dari Jeddah menuju Jakarta menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines (Saudia).
Penumpangnya tak banyak, hanya rombongan umroh kami (sekitar 20an orang) dan beberapa penumpang yang sepertinya adalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang akan mudik Lebaran dan pulang secara perorangan (bukan rombongan).
Salah satu TKI, seorang ibu paruh baya, duduk tak jauh dari kami.
Setelah berkenalan dan berbincang-bincang (ibu ini sangat halus dan sopan tutur katanya, beliau sudah belasan tahun bekerja untuk majikannya saat ini dan sedang diberi libur pulang kampung menjelang Lebaran) sang ibu meminta tolong mengisikan kartu imigrasi karena kacamatanya tertinggal dan tak bisa membaca dengan jelas.
Saya pun membantunya mengisi.
Tak dinyana, pada saat menjelang landing sambil berpamitan ibu ini memberikan cincin emas dan sejumlah uang kepada saya.
Saya pun menolaknya (agak tak tega, karena mungkin beliau menabung lama untuk keluarganya di kampung).
Ternyata beliau tak menyerah bahkan sedikit memaksa dan mengatakan bahwa ini adalah hadiah untuk saya.
Masya Allah, benar-benar tak mampu berkata-kata lagi saya.
Malu juga rasanya, kadang saya begitu pelit dan perhitungan dalam membagi sebagian milik saya (meskipun mungkin sebenarnya ada hak orang lain di situ).
Mungkin ini adalah cara Allah untuk mengingatkan saya agar tak lalai bersedekah dan tidak menahan hak orang lain yang ada pada saya.
Wallahu a'lam bish-shawab (Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya).

***

Baca juga:
Pengalaman Tak Terlupakan di Tanah Suci (1) 
Semakin Mudah ke Baitullah

*** 

#ODOP 
#ODOP12
#BloggerMuslimahIndonesia



Related Posts:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar