Kamis, 03 Agustus 2017

Semakin Mudah ke Baitullah

Ka'bah.
Masjidil Haram.
Masjid Nabawi.
Mekkah.
Madinah.

Masjid Nabawi

Tempat-tempat yang tentunya sangat dirindukan oleh kaum muslimin di seluruh dunia.
Siapa yang tak ingin melihat langsung Ka'bah yang selama ini menjadi kiblat sholatnya?
Menyentuhnya, berdoa di tempat-tempat mustajab di sana.
Atau mendirikan sholat berjama'ah yang diimami oleh imam-imam besar yang selama ini hanya bisa didengar suaranya melalui audio?
Atau berkunjung ke makam Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, insan mulia yang begitu besar cintanya kepada kita para pengikutnya?
Juga berziarah ke tempat-tempat yang menyimpan sejarah mendalam tentang perjuangan da'wah beliau?
Serta bersafar ke tempat-tempat suci yang tertulis dalam Al Qur'an, kalam Allah yang kita pedomani sampai akhir zaman?

Rindu rasanya ...

Tapi apakah cukup hanya dengan 'ingin' dan 'rindu' saja?

Tentu ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk sampai ke sana.
Berikut sedikit tips dari kami agar semakin mudah jalan kita menuju ke Baitullah, khususnya untuk melaksanakan ibadah Umroh.

1. Teguhkan niat

Innamal a'malu binniyat.
Amal itu tergantung niatnya.

Berniat melaksanakan ibadah haji atau umroh hendaknya diikuti dengan langkah nyata, diantaranya mempersiapkan dana (menabung).

2. Rutin menabung

Saat ini semakin banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menabung.
Selain dengan membuka rekening khusus juga dengan menyimpan dalam bentuk aset lain agar tidak mudah ‘diambil’ setiap saat (misalnya: emas).
Hendaknya menabung dilakukan secara rutin. minimal setiap kali menerima gaji atau pemasukan lainnya.
Berapa banyak kita harus menabung?
Hal ini tergantung kepada masing-masing individu, disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Prinsipnya, jangan sampai mengganggu cash flow keluarga, tapi tetap harus diusahakan untuk menyisihkan dan menetapkan jumlah minimal yang harus ditabung per periode.

3. Perbanyak pengetahuan tentang haji dan umroh

Banyak sekali buku-buku panduan ibadah haji/umroh yang telah diterbitkan.
Bahkan bukan hanya panduan ibadah, ada juga buku tentang sejarah Mekkah, Madinah, pengalaman selama di tanah suci, dan sebaginya.
Di internet pun bertebaran informasi tentang ibadah ke Baitullah.
Rajin-rajinlah mencari, membaca, bertanya, dan belajar praktek ibadahnya.
Tak ada ruginya memiliki banyak buku.
Berdasarkan pengalaman, semakin banyak buku, bila kita tak memerlukannya lagi kita bisa menghadiahkannya kepada kerabat atau sahabat yang memerlukan.
In sya Allah akan sangat bermanfaat dan menambah pahala 'kan?

4. Cari komunitas yang bervisi sama

Misalnya dengan sering menghadiri kajian Islam atau majelis-majelis ta’lim.
Berkumpul dengan orang yang bervisi sama akan semakin menambah motivasi kita dalam hal tersebut.
Selain itu kita juga dapat mengikuti berbagai komunitas online yang membahas tentang umroh mandiri.
Di laman facebook ada beberapa komunitas seperti ini, diantaranya komunitas Umroh Tiket Murah.

5. Cari agen perjalanan yang sesuai dan yang kita yakini

Dari beberapa kali perjalanan ibadah umroh ke tanah suci, kami pernah mengikuti travel agent maupun berangkat bersama komunitas.
Ada hal-hal yang berbeda, baik antar travel agent maupun antara travel agent dengan komunitas.
Antar travel agent satu dan yang lainnya biasanya tidak terlalu jauh berbeda dalam hal harga maupun fasilitasnya (untuk kelas yang sama).
Namun ada faktor yang cukup penting bagi kami yaitu pembimbing ibadahnya.
Bila kita belum mengenal betul siapa pembimbingnya, ada baikmya kita mencari travel agent yang dibimbing oleh ulama/ustadz yang sudah kita kenal dan yakini.

Sedangkan antara travel agent dan komunitas, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Yang pertama adalah soal harga.
Tentu saja berangkat dengan komunitas akan lebih murah karena kita membeli tiket sendiri beberapa waktu sebelumnya (biasanya pada saat ada event promo dari maskapai).
Mengenai fasilitas, ada kalanya kita beruntung mendapatkan hotel yang dekat dengan mesjid (seperti yang kami alami pada Umroh Ramadhan 1438 H / 2017 M) yang lalu.

Untuk pembimbing ibadah, biasanya komunitas bekerjasama dengan muthowif yang ada di Mekkah dan Madinah (tidak ada pembimbing yang berangkat dari Indonesia) karena pertimbangan biaya.
Bagi mereka yang pertama kali berangkat ke tanah suci, perlu dipelajari dengan detail tahap-tahap ibadah, rukunnya, syarat sahnya, dan segala hal yang berkaitan, karena terkadang kita harus mandiri selama di sana (pembimbing ibadah mungkin tidak selalu ada bersama kita).

Dalam hal perjalanan, umroh bersama komunitas sering kali memakan waktu lebih lama karena penerbangan murah lebih banyak diberangkatkan dari Kuala Lumpur (bukan dari Jakarta), sehingga perlu persiapan fisik lebih ekstra, mengingat akan banyak waktu untuk menunggu (di bandara dan sebagainya).

Segi positifnya, berangkat dengan komunitas akan membuat kita merasa mendapatkan 'keluarga' baru, lebih akrab dan guyub, karena perasaan senasib sepenanggungan, baik pada saat hunting tiket (biasanya beberapa bulan sebelumnya), manasik, meet up, persiapan, pelaksanaan, selama di tanah suci, maupun setelah kembali ke tanah air. Silaturahimnya akan tetap berlanjut.

6. Hiasi dinding-dinding rumah dengan lukisan bernuansa Baitullah (gambar Ka'bah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan sejenisnya)

Percaya nggak, dengan setiap saat melihat gambar-gambar ini tanpa kita sadari motivasi kita akan semakin kuat untuk pergi ke sana.

7. Perbaiki ibadah (wajib dan sunnah), banyak berdoa, rutin bersedekah, perbaiki hubungan (silaturahim) dengan orang tua, kerabat, orang-orang terdekat, dan orang lain

Tips terakhir ini kelihatannya klasik ya, tapi yakinlah, bila kita rutin melakukannya, Allah akan semakin mudahkan jalan kita menuju Baitullah. In sya Allah.


Jadi, kapan kita mulai?
Yuk, segerakan 😉.


***


***

#ODOP
#ODOP3
#BloggerMuslimahIndonesia

2.        



Related Posts:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar